Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Sebuah Surat, Untuk Bulan.

Gambar
"mungkin kau takkan pernah tahu, betapa mudahnya kau tuk dikagumi..  mungkin kau takkan pernah sadar, betapa mudahnya kau tuk dicintai.."  -Pemuja Rahasia dari SheilaOn7- mengawali hariku yang antusias menyambut hari milikmu, tuan. 17 tahun lalu, seorang wanita hebat melahirkanmu. yang sampai sekarang kau panggil ibu. ibumu tak tahu-menahu bahwa ada seorang perempuan yang diam-diam menulis tentangmu di blognya. ibumu pun tak tahu-menahu kalau perempuan ini sangat mengagumi sosokmu. ibumu adalah orang yang hebat, begitupun dengan ayahmu. andaikan mereka berdua tahu, anaknya adalah orang yang tak kalah hebatnya pula. sosok dermawan, berwibawa, menjaga pandangan, dan berhati seindah bunga lily. namun sangat sederhana, dengan kesederhanaanmu itulah, aku jatuh. aku jatuh mencinta. mengagumi sosok dirimu. cukup untuk rasa kekagumanku akan dirimu. kini, bukan saatnya membahas itu. hehe ini adalah tentangmu. sepenuhnya tentangmu. SKIP--- A pa isi doa'mu d...

Ketika rasi-ku berbicara

Gambar
Semua berawal dari malam 1 Oktober. Di malam itu, semuanya bermula.  Malam dimana, keajaiban langit yang berbicara. Malam yang cukup dingin untuk membuatku tak kunjung henti mendekap memeluk tubuh sendiri. L angit ditaburi bintang-bintang yang tak henti menari-nari di kegelepan malam. dan Bulan, yang tiada lelah menunjukkan cahayanya yang indah. Mulai malam itu, semua kejadian-kejadian yang tidak pernah kubayangkan 'terjadi-bertubi-tubi'. Takkan pernah ada kalimat yang dapat kuucap untuk mendeskripsikan indahnya langit pada malam itu. tertegun melihat jutaan bintang yang hidup menghiasi langit malam satu oktober. Begitu jelas, Bulan purnama sempurna memperlihatkan keelokan cahayanya. di sudut bawah kiri bulan, Mars dan Antares tak pula malu menunjukkan cahaya Merahnya. sedangkan jauh di sudut kanan bulan, Vega menyala dengan cahaya biru paling terang. serta rasi Lyra terlihat jelas di tengah-tengah benda langit indah itu. Tapi aku tidak akan bercer...

Dia

Gambar
Berjalan saat dinginnya embun pagi memelukku, hanya untuk memastikan kau datang lebih awal pagi ini.. Tajamnya angin menusuk kulitku, tak kujadikan alasan untuk berhenti terdiam membeku di jalan ini. Seketika mataku terus mencari sosok yang entah "siapa dirinya" sebenarnya.. tak sanggup menahan hati yang ingin terus mengucap sebuah pemujian terhadap orang yang bahkan.. diriku tak-tahu-menahu apa yang dia pikirkan tentangku. yang dapat kulakukan hanya memperhatikan gerak-geriknya, kesehariannya, kebiasaannya. dan menunggu datangnya "kejadian" yang bisa membuatku jingkrak-jingkrak-kan sendiri.. Apa yang terbesit dipikiranmu saat kau temukanku berkali-kali larut jatuh dalam lamunanku? pernahkah, sejenak kau sita waktumu untuk memikirkanku? meski seperti angin lewat.. di sini(re:hati) masih dirimu, tuan.. padahal jelas sekali hati ini tidak mengenal pasti siapa dirimu. hati ini hanya mengetahui satu hal. aku tak sengaja mendengarnya membisikkan namamu d...

Selamat datang 11 yang ke-42, Papa.

Gambar
Semoga hidupmu bisa lebih berberkah.. Karena dengan bertambahnya umur, kita akan semakin mengerti arti kehidupan. Di umurmu yang ke-42, semoga papa lebih di sayang Allah. Dilindungi Allah, dan papa harus tahu.. Mamah, Mayang dan adik-adik akan selalu berusaha menemani papa.. akan selalu mendoakan papa yang terbaik, dan Mayang tidak akan lupa memeluk papa dengan do'a. meskipun ada jarak diantara celah keberadaan kita.. Terimakasih, pa.. Sudah menjadi sosok papa yang tangguh untuk keluargamu. Sudah menjadi sosok papa yang hebat untuk anak-anakmu. mengajarkan yang tidak diketahui anak-anakmu.. menuntun keluargamu walau terkadang apa yang kau inginkan tidak selalu sesuai dengan yang kau harapkan. Itu tidaklah mudah, kan pa? tapi lihatlah, kau bisa berdiri tegap di umurmu yang ke-42. Ingin rasanya memelukmu pa, mendekap hangatnya hembusan nafasmu.. seperti yang kau lakukan saat setiap ku berangkat sekolah dulu.. Pa.. tiada lain yang ku harapkan untu...

Rindu

Gambar
Hari Sabtu ? itu artinya, hari pemulangan untuk kami siswa dan siswi Asrama setelah 2 minggu berada disini.. Semua orang sibuk menyiapkan barang-barang yang ingin mereka bawa pulang. Seusai shalat dzuhur, biasanya sudah banyak orang tua siswa menunggu di samping Pantry Putri maupun Putra untuk menjemput anaknya masing-masing. Wajah merah bersemangat, terlihat jelas ke setiap penjuru mataku menjangkau setiap wajah mereka yang rindu akan rumah. akan keluarga . Kebiasaan yang kulakukan selama dua minggu belakangan ini, terhenti selama satu hari, lalu minggu sore esok kembali kurutinkan lagi. kebiasaan apa? kebiasaanku yang setiap jam pelajaran selesai pukul 14.15 disaat semua orang kembali ke asrama. namun kulebih memilih tinggal di lantai dua koridor sekolah, lebih tepatnya di depan kelas Geografi. menikmati angin yang berhembus membuat jilbabku berterbangan secara perlahan. menikmati pemandangan sekolah dari lantai atas ini. Hal ini yang membuatku selalu rindu akan tempat ...

Salahkah?

Gambar
S emua orang memandangku dengan tatapan (apa yang gadis itu kenakan? jelek sekali) yang tajam.. Membuatku merasa seakan-akan aku tidak pernah baik dimata orang banyak. Aku sadar, bak bersaing di arena balap liar untuk mendapatkan perhatianmu. Telah banyak cara kulakukan agar kau menyadari hadirku, yang diam-diam mengagumimu. Menyimpan rasa padamu. Yang tanpa pernah kau ketahui. Atau mungkin.. kau tahu, tapi enggan perduli.. Salahkah aku memiliki rasa ini untukmu? dan berharap bukan hanya aku yang merasakan "perasaan" ini. Tuhan yang memberi rasa ini padaku.. Rasa kagum akan dirimu, tenang bila memandangmu, namun tak bernyali saat berhadapan denganmu. Pengecut. Aku memang seorang pengecut. Yang hanya berani melihamu dari kejauhan, merasakan angin lembut membelai pipiku sesambil memandangmu.. dan memejamkan mata lalu menghirup segarnya udara yang melintas saat sesudah menatapmu. Namun saat kita berpa-pasan di lorong koridor sekolah, lapangan basket, atau saa...

Gadis itu. Aku.

Gambar
Assalamualaikum, Pemuda yang selalu membuatku mengucap kata "Subhanaallaah.." jika kutatap. Kita bertemu lagi, di tempat ini. Di tempat dimana kita saling berburu, berlomba untuk jadi siswa/siswi kebanggaan sekolah. Di Sekolah ini. Tempat dimana kita pertama kali saling memandang. saling berkenalan. --- Apa kau sadar, bahwa ada seorang gadis yang selalu memperhatikanmu dari kejauhan? tanpa sepengetahuanmu, memperhatikan gerak-gerikmu. diam-diam menaruh hati padamu. Tahukah kau? gadis itu. Aku. Aku yang selalu memandangimu tanpa pernah kau tau. Akulah gadis yang selalu mengucap kata-kata itu, saat bertemu denganmu. Subhanaallaah.. Aku yang selalu tertawa ce-ki-ki-kan tidak jelas saat melihatmu melakukannya. ya. melihatmu tersenyum. Ingat disaat kau berlari lalu menanyakan Siapa namaku? ku berbalik, lalu kusebutkan.. lalu kau mengulang namaku, seakan memastikan apa yang kau dengar. lalu kau melakukannya lagi, tersenyum. bahagia. namun takut akan jatuh...

Aku akan Pergi. Pada Waktunya..

Gambar
Kusadari bahwa kau sudah muak melihat tulisan-tulisanku berlalu-lalang di timeline social mediamu.. kau muak, karena tulisan itu bercerita tentangmu. kau muak dengan seorang perempuan yang tak tahu diri yang menaruh hati padamu, yang sudah nyata jelas kau tak memiliki perasaan yang sama kepada perempuan itu, namun tetap saja perempuan itu tanpa lelah memperjuangkanmu. Aku . Muakmu, kusadari dengan cara.. kau tak lagi merespon semua tulisan yang aku post. walau selama ini kau hanya membaca saja tanpa merespon, tapi benar-benar tidak sama sekali sekarang. Aku tau kau melihatnya. padahal ketika kau membacanya, kau tak perlu mengerti. Kau hanya perlu membaca, dan merasakan tulisanku.. rasakan bermacam-macam emosi yang tertuang di tulisan itu, bahagia namun sakit disaat bersamaan. ada harapan terlihat namun semu untuk digapai. entah itu marah untukmu atau marah kepada diriku sendiri. Berantakan. Perasaan ini berantakan. Perasaanku berperasaan. Peka-lah... Jika aku memiliki ruan...

Setega Itukah Cinta?

Gambar
-- Sudah beberapa bulan ini perasaan bodoh itu "baru" memperlihatkan dirinya. --mungkin bukan perasaanku yang bodoh, hanya saja memang aku yang bodoh.-- Tak menentu langkah hati yang ingin kuambil. berjuang kah? atau malah harus kupadamkan rasa ini? menjadi tak yakin akan jawaban sendiri. Aku bukan lagi gadis yang jatuh cinta akan sajak. karena dia yang tadinya sumber kata-kata kecilku, dimana tempatku mengumpulkan sajak tentangnya. tentang keindahan mencintainya. sudah menutup hatinya.. Dia menutup hati dan sayangnya kini aku tak bisa lagi melihat serakan alfabet yang dapat aku susun menjadi sajak nantinya. Selama ini dia adalah alasanku menulis, dia alasanku lebih sering menghabiskan waktu dengan menyebut namanya dalam setiap sujud doaku. atau dengan buku kecil dan pulpen yang tentunya tak bosan-bosannya kugenggam. entah itu untuk memulai huruf-huruf baru yang akan ku catat di setiap lembarnya atau bahkan hanya sekadar membaca apa yang telah ku gores secara berulan...