Ketika rasi-ku berbicara

Semua berawal dari malam 1 Oktober.
Di malam itu, semuanya bermula. 
Malam dimana, keajaiban langit yang berbicara.
Malam yang cukup dingin untuk membuatku tak kunjung henti mendekap memeluk tubuh sendiri.



Langit ditaburi bintang-bintang yang tak henti menari-nari di kegelepan malam.
dan Bulan, yang tiada lelah menunjukkan cahayanya yang indah. Mulai malam itu, semua kejadian-kejadian yang tidak pernah kubayangkan 'terjadi-bertubi-tubi'.
Takkan pernah ada kalimat yang dapat kuucap untuk mendeskripsikan indahnya langit pada malam itu.
tertegun melihat jutaan bintang yang hidup menghiasi langit malam satu oktober.
Begitu jelas, Bulan purnama sempurna memperlihatkan keelokan cahayanya.
di sudut bawah kiri bulan, Mars dan Antares tak pula malu menunjukkan cahaya Merahnya.
sedangkan jauh di sudut kanan bulan, Vega menyala dengan cahaya biru paling terang.
serta rasi Lyra terlihat jelas di tengah-tengah benda langit indah itu.



Tapi aku tidak akan bercerita tentang semua itu.

Karena yakin, kata-kataku tidak akan bisa menuliskan keindahan langit malam satu oktober.
Namun, sosok yang kurindu malam itu.
Anak adam yang datang dengan membawa sebongkah kehangatan cinta.
yang telah ia selimuti rapi dengan ketulusan.
yang behasil meluluhkan keteguhan hati ini.
sekali lagi, ia berhasil.


inginku teriakkan perasaan ini pada bintang-bintang di langit.
agar mereka tahu, hanyalah kau yang berhasil meruntuhkan hati ini.
gegara itupun aku yakin bulan akan iri kepadamu.
bulan akan malu, dan tidak akan semena-mena lagi memperlihatkan cahayanya.
dia malu, karena ada cahaya lain yang membuatku tertegun dan jatuh mencinta selain cahayanya.
yaitu ketulusanmu.

Ingin kusampaikan kepada 'rasi sagitarius-mu' .
bahwa 'rasi lyra-ku' adalah milikmu.
kau dan aku pernah berbicara tentang hebatnya langit-langit diatas sana.
kau dan aku pernah berbicara tentang bintang, bulan, rasi, vega, komet yang jatuh melintas bumi, kita.


tetapi sekuat apapun aku berteriak kepada miliaran bintang di atas sana, mereka takkan pernah dengar suara ini.
jadi cukup aku bisikkan kepada rasi-mu.


''aku menyayanginya.. sungguh.
yang aku inginkan hanya mendekap hangat ketulusannya.
aku menyayanginya.. jaga ia untukku.
aku menyayanginya.. akan kujamin, rasi-ku akan selalu jadi milikknya.
selalu.''


dan tak sengaja, bulanpun mendengar bisikkan itu..
perlahan ia meredup..




dari gadis yang kau cinta.
yang kau luluhkan hatinya, yang berharap
ketulusanmu akan abadi. seperti bintang di langit malam satu oktober.
semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..