Dia
Berjalan saat dinginnya embun pagi memelukku, hanya untuk memastikan kau datang lebih awal pagi ini.. Tajamnya angin menusuk kulitku, tak kujadikan alasan untuk berhenti terdiam membeku di jalan ini. Seketika mataku terus mencari sosok yang entah "siapa dirinya" sebenarnya.. tak sanggup menahan hati yang ingin terus mengucap sebuah pemujian terhadap orang yang bahkan.. diriku tak-tahu-menahu apa yang dia pikirkan tentangku. yang dapat kulakukan hanya memperhatikan gerak-geriknya, kesehariannya, kebiasaannya. dan menunggu datangnya "kejadian" yang bisa membuatku jingkrak-jingkrak-kan sendiri.. Apa yang terbesit dipikiranmu saat kau temukanku berkali-kali larut jatuh dalam lamunanku? pernahkah, sejenak kau sita waktumu untuk memikirkanku? meski seperti angin lewat.. di sini(re:hati) masih dirimu, tuan.. padahal jelas sekali hati ini tidak mengenal pasti siapa dirimu. hati ini hanya mengetahui satu hal. aku tak sengaja mendengarnya membisikkan namamu d...