Diam
*percakapan via telepon video* "aku hanya ingin melepas penat, dan bersama kawanku rasanya itu membantu. dengan beban yang kubawa sejak beberapa waktu terakhir, dengan kau yang tidak juga disini, dengan temu yang tak kunjung mampir, semuanya terasa begitu berat. memuakkan. kepalaku terasa seperti pasar malam, penuh, sesak, dan riuh. kau tau? terkadang kau bisa menjadi begitu menyebalkan ketika marah, hanya karena aku ingin pergi dengan mereka. bagiku mendengar suaramu melalui telepon saja itu tidak cukup. rasanya selalu ada yang kurang. dan setiap kali itu terulang, aku merasa kau kekang" ----- aku memilih diam. mendengarkan setiap kata, yang aku tau cepat atau lambat, pada akhirnya akan kau sampaikan. mencoba menerima semua yang menurutmu kenyataan, mengabaikan bahwa aku tidak jarang kau kecewakan. aku memilih diam. tidak mengelak tiap kesah darimu yang mengeluh, menyadarkan diriku jangan sampai aku berharap telal...