Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Salahkah?

Gambar
S emua orang memandangku dengan tatapan (apa yang gadis itu kenakan? jelek sekali) yang tajam.. Membuatku merasa seakan-akan aku tidak pernah baik dimata orang banyak. Aku sadar, bak bersaing di arena balap liar untuk mendapatkan perhatianmu. Telah banyak cara kulakukan agar kau menyadari hadirku, yang diam-diam mengagumimu. Menyimpan rasa padamu. Yang tanpa pernah kau ketahui. Atau mungkin.. kau tahu, tapi enggan perduli.. Salahkah aku memiliki rasa ini untukmu? dan berharap bukan hanya aku yang merasakan "perasaan" ini. Tuhan yang memberi rasa ini padaku.. Rasa kagum akan dirimu, tenang bila memandangmu, namun tak bernyali saat berhadapan denganmu. Pengecut. Aku memang seorang pengecut. Yang hanya berani melihamu dari kejauhan, merasakan angin lembut membelai pipiku sesambil memandangmu.. dan memejamkan mata lalu menghirup segarnya udara yang melintas saat sesudah menatapmu. Namun saat kita berpa-pasan di lorong koridor sekolah, lapangan basket, atau saa...

Gadis itu. Aku.

Gambar
Assalamualaikum, Pemuda yang selalu membuatku mengucap kata "Subhanaallaah.." jika kutatap. Kita bertemu lagi, di tempat ini. Di tempat dimana kita saling berburu, berlomba untuk jadi siswa/siswi kebanggaan sekolah. Di Sekolah ini. Tempat dimana kita pertama kali saling memandang. saling berkenalan. --- Apa kau sadar, bahwa ada seorang gadis yang selalu memperhatikanmu dari kejauhan? tanpa sepengetahuanmu, memperhatikan gerak-gerikmu. diam-diam menaruh hati padamu. Tahukah kau? gadis itu. Aku. Aku yang selalu memandangimu tanpa pernah kau tau. Akulah gadis yang selalu mengucap kata-kata itu, saat bertemu denganmu. Subhanaallaah.. Aku yang selalu tertawa ce-ki-ki-kan tidak jelas saat melihatmu melakukannya. ya. melihatmu tersenyum. Ingat disaat kau berlari lalu menanyakan Siapa namaku? ku berbalik, lalu kusebutkan.. lalu kau mengulang namaku, seakan memastikan apa yang kau dengar. lalu kau melakukannya lagi, tersenyum. bahagia. namun takut akan jatuh...

Aku akan Pergi. Pada Waktunya..

Gambar
Kusadari bahwa kau sudah muak melihat tulisan-tulisanku berlalu-lalang di timeline social mediamu.. kau muak, karena tulisan itu bercerita tentangmu. kau muak dengan seorang perempuan yang tak tahu diri yang menaruh hati padamu, yang sudah nyata jelas kau tak memiliki perasaan yang sama kepada perempuan itu, namun tetap saja perempuan itu tanpa lelah memperjuangkanmu. Aku . Muakmu, kusadari dengan cara.. kau tak lagi merespon semua tulisan yang aku post. walau selama ini kau hanya membaca saja tanpa merespon, tapi benar-benar tidak sama sekali sekarang. Aku tau kau melihatnya. padahal ketika kau membacanya, kau tak perlu mengerti. Kau hanya perlu membaca, dan merasakan tulisanku.. rasakan bermacam-macam emosi yang tertuang di tulisan itu, bahagia namun sakit disaat bersamaan. ada harapan terlihat namun semu untuk digapai. entah itu marah untukmu atau marah kepada diriku sendiri. Berantakan. Perasaan ini berantakan. Perasaanku berperasaan. Peka-lah... Jika aku memiliki ruan...