Gadis itu. Aku.






Assalamualaikum, Pemuda yang selalu membuatku mengucap kata "Subhanaallaah.." jika kutatap.
Kita bertemu lagi, di tempat ini.
Di tempat dimana kita saling berburu, berlomba untuk jadi siswa/siswi kebanggaan sekolah.
Di Sekolah ini. Tempat dimana kita pertama kali saling memandang. saling berkenalan.

---

Apa kau sadar, bahwa ada seorang gadis yang selalu memperhatikanmu dari kejauhan?
tanpa sepengetahuanmu, memperhatikan gerak-gerikmu.
diam-diam menaruh hati padamu.
Tahukah kau? gadis itu. Aku.

Aku yang selalu memandangimu tanpa pernah kau tau.
Akulah gadis yang selalu mengucap kata-kata itu, saat bertemu denganmu. Subhanaallaah..
Aku yang selalu tertawa ce-ki-ki-kan tidak jelas saat melihatmu melakukannya. ya. melihatmu tersenyum.

Ingat disaat kau berlari lalu menanyakan Siapa namaku?
ku berbalik, lalu kusebutkan..
lalu kau mengulang namaku, seakan memastikan apa yang kau dengar.
lalu kau melakukannya lagi, tersenyum.
bahagia. namun takut akan jatuh terlalu dalam. lalu kau berbalik arah, dan aku hanya bisa berdiri melihat punggungmu yang perlahan pergi menjauh. yang secara refleks membuatku seperti naik rollercoaster.
terbanting dari kiri, lalu kanan. dari atas lalu meluncur kebawah.

Jatuh terlalu dalam lalu tak ada yang menangkap. maksudku, takut untuk memiliki perasaan lebih karena untuk memilikimu, peluangnya jauh dari jangkauanku.
Sangat jauh.
memandangimu saja, sudah cukup bagiku.

---

Meski hadirku ini, sama sekali tidak kau anggap. bahkan tidak kau tahu.
resiko sebagai pemuja rahasia, ya. seperti ini.
Gadis yang selalu setia memandangimu dari kejauhan.
tak pernah lelah menatap senyummu dari jarak apapun.

Kuharap, hadirku akan kau ketahui suatu saat. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..