Aku akan Pergi. Pada Waktunya..



Kusadari bahwa kau sudah muak melihat tulisan-tulisanku berlalu-lalang di timeline social mediamu..
kau muak, karena tulisan itu bercerita tentangmu. kau muak dengan seorang perempuan yang tak tahu diri yang menaruh hati padamu, yang sudah nyata jelas kau tak memiliki perasaan yang sama kepada perempuan itu, namun tetap saja perempuan itu tanpa lelah memperjuangkanmu. Aku.

Muakmu, kusadari dengan cara.. kau tak lagi merespon semua tulisan yang aku post. walau selama ini kau hanya membaca saja tanpa merespon, tapi benar-benar tidak sama sekali sekarang. Aku tau kau melihatnya. padahal ketika kau membacanya, kau tak perlu mengerti.
Kau hanya perlu membaca, dan merasakan tulisanku..
rasakan bermacam-macam emosi yang tertuang di tulisan itu, bahagia namun sakit disaat bersamaan.
ada harapan terlihat namun semu untuk digapai. entah itu marah untukmu atau marah kepada diriku sendiri.
Berantakan. Perasaan ini berantakan. Perasaanku berperasaan. Peka-lah...

Jika aku memiliki ruang di sana(re:hatimu). meskipun tipis kemungkinannya. Katakan, Aku akan berjuang lebih jika kau mau. Jika kau izinkan.
Jika kau tak menginginkanku berjuang untukmu, Katakanlah pula.. 
Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mematikan perasaan ini, berusaha akan kubantai perasaan ini hingga tak ada sedikitpun yang tersisa.

Hingga kau tak akan merasa terganggu dengan tulisan-tulisanku, atau bahkan dengan hadirku.
Seharusnya dari awal aku sadari, tak seharusnya aku berharap terlalu banyak dari orang yang pernah kusakiti. sulit terucap dari bibirku, Aku Ingin Kau Kembali. Ku tahu, betapa sulit mempercayai perempuan ini untuk tak melukaimu lagi. Hebatnya Hati ini, meskipun dia sadar. bahwa dia berdiri sendiri. dia mencintai Hati yang sudah tak mencintainya. dia tetap memilih untuk menetap, bertahan, berjuang. Meskipun berdarah, bernanah, dia mengobati luka yang kau ciptakan dengan hadirmu sendiri juga. Hebat, tidak? Sesuatu yang membunuhmu bisa jadi sesuatu yang membuatmu hidup kembali.

Tapi, apa kau tahu apa yang lebih hebat? kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu. Apa kau ingat?
4 tahun? oh.. aku ingat. Tepatnya 5 tahun yang lalu, bukan?
Aku tidak akan akan mengungkit kejadian yang sudah terjadi bertahun-tahun lalu lamanya,. Jika perasaanku tidak setulus ini.
Maksudku, Siapa yang mau mengungkit kejadian disaat kita belum mengerti apa-apa tentang..
Cinta.
Tidak mudah memiliki keyakinan bisa merubah kejadian Masa Lalu. Butuh Semangat, Percaya diri yang tinggi untuk memilikinya.
Ada yang pernah bilang. "Ketika kau percaya itu cinta, kejar! perjuangkan sampai kau mendapatkannya. lalu jangan pernah kau lepas, jagalah.."
Itulah yang kulakukan sekarang. Bukankah semua orang ingin diperjuangkan? mungkin..
Tapi tidak untukmu.

Aku melihat kau berkata, "berhentilah. Lupakanlah yang lalu. Berhentilah, Berhenti berharap. carilah kebahagiaanmu di tempat lain. pada hati yang lain." tidak secara nyata. tapi aku melihatnya disaat kau berbicara melalui tulisanmu.

Memang Seharusnya aku tak perlu berharap terlalu banyak. tak perlu menyayangimu begitu dalamnya. Atau bahkan, seharusnya kita tidak pernah bertemu. agar tak ada hati yang terluka.
Hatiku maupun Hatimu...

Aku akan Pergi.. menjauh darimu, membunuh perasaan ini, yang perlahan akan mematikan niat untuk membuka hati bagi seseorang selain kamu, nantinya..


Aku akan Pergi, tanpa kau minta.
Aku akan Pergi. Pada waktunya..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..