Salahkah?





Semua orang memandangku dengan tatapan (apa yang gadis itu kenakan? jelek sekali) yang tajam..
Membuatku merasa seakan-akan aku tidak pernah baik dimata orang banyak.
Aku sadar, bak bersaing di arena balap liar untuk mendapatkan perhatianmu.
Telah banyak cara kulakukan agar kau menyadari hadirku, yang diam-diam mengagumimu.
Menyimpan rasa padamu. Yang tanpa pernah kau ketahui.
Atau mungkin.. kau tahu, tapi enggan perduli..
Salahkah aku memiliki rasa ini untukmu?
dan berharap bukan hanya aku yang merasakan "perasaan" ini.
Tuhan yang memberi rasa ini padaku..
Rasa kagum akan dirimu, tenang bila memandangmu, namun tak bernyali saat berhadapan denganmu.
Pengecut. Aku memang seorang pengecut.

Yang hanya berani melihamu dari kejauhan, merasakan angin lembut membelai pipiku sesambil memandangmu..
dan memejamkan mata lalu menghirup segarnya udara yang melintas saat sesudah menatapmu.
Namun saat kita berpa-pasan di lorong koridor sekolah, lapangan basket, atau saat kita tak sengaja bertemu di Kantin sekolah pandangan ini seakan telah terikat mati untuk selalu menunduk di hadapanmu.
Entahlah. Di saat aku ingin bertingkah senormal mungkin, selalu saja hati ini memerintah jantungku untuk berdegup lebih kencang saat ku sadari hadirmu.
Tak pernah ku mengerti maksud hati ini.


Mengingat pagi ini, seperti biasa kita bertemu di lorong koridor sekolah..
dan tak lupa ritual yang selalu kulakukan saat menyadari hadirmu. Diam berdiri terpaku dan menatapmu dalam waktu yang cukup lama.
dan, ya. seketika ada sesuatu yang membuatku terbangun dari indahnya memandangmu.
Hal yang selalu membuatku merasa tak cukup baik untukmu, tak kan pernah pantas untukmu.
pembicaraan orang banyak yang mengatakan aku terlalu berharap untuk bisa sekadar mendapatkan perhatianmu..
Salahkah aku yang memiliki rasa ini?
Berdosakah aku mencintaimu?

Aku menjadi diri sendiri, mempunyai cara sendiri mencintaimu.. Dalam diam.
Aku bukan perempuan yang punya banyak teman, atau pandai berteman.
Juga, aku bukan perempuan cantik. bukan.
dan Aku sangat miskin pengetahuan untuk mencari cara mengambil hati seseorang..
bukan tipe perempuan yang terbuka. jujur, aku lebih suka menyendiri.
Dalam kesendirianku, dalam diamku. Aku memilikimu seutuhnya.
tanpa perlu ada seseorang yang harus mengetahui seberapa dalamnya aku mencintai sosokmu.
 



Kusadari mengapa banyak orang berkoar akan betapa tidak senangnya mereka jika melihatku menyukaimu.
Lelaki sepertimu. lelaki yang diidamkan setiap kaum hawa, mana pantas disandingkan dengan perempuan sepertiku..
Lelaki sepertimu, yang akhlaknya kau nomor satukan..
lalu perempuan sepertiku, yang masih sangat kurang dalam banyak hal..
jauh dari kesempurnaan.
Aku mengerti bagaimana pemikiran orang-orang.


Tapi, apakah mereka adalah Hakim?
yang dapat menentukan benar-salahnya seseorang?
baik-buruknya? pantas-tidaknya?
yang bisa memutuskan seikat harapan seseorang?
menghapuskan semangat seseorang dalam hitungan detik dengan kata-kata yang mereka lontarkan tanpa harus mereka pikirkan bagaimana perihnya telingaku mendengarnya. bagaimana berdarahnya batinku menahan luka yang menganga saat kata-kata itu mereka ucapkan.


Seperti ditikam berulang kali dengan Pisau yang membeku. bukan main sakitnya.
Salahkah aku?


Tak ada niat tuk merebut kau dari pihak manapun, Tuan.
Hanya ingin tahu, apa yang kau rasa saat ini?
Apa kau sadari hadirku? bahkan "rasa" ini?
Salahkah aku bila kubiarkan rasa ini memelukmu disaat dinginnya malam? atau saat embun pagi membasahi keningmu?
Salahkah aku jika kubiarkan perasaan ini menyelimuti luka yang masih terbuka lebar di dalam dinding hati?
yang tercipta karena tajamnya tiap suku kata yang mereka lantangkan. kepadaku.

Salahkah?




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..