Rindu
Hari Sabtu? itu artinya, hari pemulangan untuk kami siswa dan siswi Asrama setelah 2 minggu berada disini..
Semua orang sibuk menyiapkan barang-barang yang ingin mereka bawa pulang.
Seusai shalat dzuhur, biasanya sudah banyak orang tua siswa menunggu di samping Pantry Putri maupun Putra untuk menjemput anaknya masing-masing.
Wajah merah bersemangat, terlihat jelas ke setiap penjuru mataku menjangkau setiap wajah mereka yang rindu akan rumah. akan keluarga.
Kebiasaan yang kulakukan selama dua minggu belakangan ini, terhenti selama satu hari, lalu minggu sore esok kembali kurutinkan lagi.
kebiasaan apa?
kebiasaanku yang setiap jam pelajaran selesai pukul 14.15 disaat semua orang kembali ke asrama. namun kulebih memilih tinggal di lantai dua koridor sekolah, lebih tepatnya di depan kelas Geografi.
menikmati angin yang berhembus membuat jilbabku berterbangan secara perlahan. menikmati pemandangan sekolah dari lantai atas ini.
Hal ini yang membuatku selalu rindu akan tempat ini.
Rindu akan setiap sudut ruangannya. tamannya. orang-orangnya.
berbicara tentang orang-orang yang ada disini, ada seseorang yang membuatku selalu merindu setiap hari pemulangan tiba.
seseorang yang dapat kuhitung, salam yang dia ucapkan kepadaku.
tepatnya dua kali ucapan salam yang pernah ia sampaikan kepadaku.
dapat kuingat dengan jelas detik-detik saat dia mengucapkan kata "Assalamu'alaikum".
Sempat tak menyangka perempuan sepertiku dapat menerima salam darinya. hanya dari sebuah kata "Assalamu'alaikum" bahagiaku tercipta.
Setelah beberapa hari kau tak ada kabar, karena kau pergi mewakili untuk mengharumkan nama sekolah (lagi). Akhirnya kau kembali, hatiku tak henti-henti mengucap kata syukur disaat kembali mata ini melihatmu.
tak ada yang spesial dari belakangan hari ini, semuanya biasa-biasa saja. flat. hambar.
se-sekali ku memperhatikanmu saat kita berpa-pasan di mushollah sekolah, dan yang terakhir...
tadi. sebelum pemulangan di koridor koperasi..
Kali ketiga kau ucapkan salammu kepadaku, Alhamdulillah...
setelah beberapa hari terakhir tak ada kejadian yang bisa kujadikan semangat, akhirnya hari ini.
Selain hari perpulangan yang membuatku semangat, alasan kedua yaitu. kau.
Terimakasih (lagi), Tuan.
dan Selamat. karena hanya dengan kata "Assalamu'alaikum", kamu berhasil membuat saya merindu.
tolong, lain kali jika ingin menjadi sebab seseorang merasa sesak di dada akibat merindukanmu, yang wajar-wajarlah..
Sekali lagi..
Selamat, Tuan.
Saya merindu..

Haha Asik :D
BalasHapus