tak sudah-sudah.


masih jelas aku ingat bagaimana dengan lantang kau bilang,
bahwa nyamanmu bukan lagi aku yang ramu,
namun dia yang kini bersamamu, lebih pantas daripada aku yang bertamu.

sejak akhir dari telepon itu, kesalahanku ialah
tak pernah merindu selain kamu,
tak pernah berani jatuh dengan yang baru.

kepada hati yang bukan untukku,
sungguh, yang paling membunuh ialah menahan diri untuk tak menghubungimu lebih dulu.
mengalihkan pandangan saat melihatmu, dengannya.
meski itu hanya selembar foto yang ada di sosial mediamu.
tapi segala caraku gagal, untuk memerangi masa lalu,
merelakan kamu.

Komentar

  1. saya ada disini bukan untuk menyangga sebuah kisahmu namun mencoba melepas apa yang ada di dalam benak saya, aneh memang tiba-tiba ada seseorang muncul di blog pripadimu, membaca lalu mencoba mensiasati kisah demi kisah yang kau tulis disini dan saya berharap kau tidak merasa terganggu akan hadirnya saya disini, mungkin tulisan ini akan mengubah cara pandangmu kesaya nanti saat ketika bertemu lagi.
    Saya selalu menunggu kapan kita akan bertemu lagi, saling senyum lalu bertegur sapa dan mencoba menanyakan "apa kabar may?" atau menanyakan kesibukan apa yang kamu kerjakan selama pandemi ini.
    semoga tuhan selalu memberimu kekuatan dalam setiap keadaan.

    trima kasih

    dari teman kampusmu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..