perihal cinta perempuan mabuk

penghujung bulan April, waktu itu hujan turun hari Kamis
kau tidak akan pernah sama, dengan mereka yang aku tulis,
adalah sesuatu yang kini tak henti-henti aku pikir, lalu menangis.
kau bilang: "lama-lama sabarku padamu akan habis"
sejak kau pilih bahwa dariku, ia lebih manis.



sayang, kuberi tau sesuatu,
rupa cantik milik perempuan lain yang kau pandang-pandangi itu,
belum tentu memiliki mata yang sanggup menangisimu disepertiga malamnya,
belum tentu memiliki bibir yang sanggup mengucap amin paling serius dalam setiap rapal doa,
setiap kali tangannya menengadah menghadap langit,
setiap kali dadanya sesak menahan sakit,
setiap kali ia bercerita pada Tuhannya yang Maha Baik.
belum tentu sayang, belum tentu.

lihat dia,
matanya memerah, pipinya sembap
seperti orang sedang mabuk.

setiap cemburu yang kau anggap remeh itu adalah aku yang mati-matian
menjaga ruang didekat jantung yang mereka namai hati.
setiap gelisah yang kau biarkan adalah aku yang sendirian,
meredam segala prasangka, dimalam hari.
tidak lelahkah kau, sayang?
melukai hati yang begitu menyayangmu, begitu memujamu.
menomor-satu-kanmu.

lihat dia,
matanya memerah, pipinya sembap
seperti orang sedang mabuk.

sayang, kuberi tau sesuatu,
rupa cantik milik perempuan lain yang kau pandang-pandangi itu,
belum tentu memiliki sadar untuk menerima celah salah pada perangaimu,
belum tentu memiliki hati yang begitu tabah ketika dijajah jarak saat jauh denganmu,
belum tentu memiliki sesal ketika padanya, dijatuhkan kehilanganmu,
belum tentu sayang, belum tentu.

sekali lagi lihat dia,
matanya memerah, pipinya sembap
seperti orang sedang mabuk.

ada hujan deras dipelupuk matanya yang sengaja ia tahan agar tak membuatnya jatuh tenggelam,
ada sesak didadanya yang ia paksa reda kala matanya ia pejam,
ada hal yang ia harap menjadi baik-baik saja diesok harinya; luka hati yang lebam.

agar dapat ia mencintaimu sedikit lebih banyak dari kemarinnya,
agar dapat ia mencintaimu sedikit lebih baik dari yang lalunya.
agar bisa kau lihat betapa ia,
ingin untuk kau lihat,

bahwa hanya kepadamu, ada sungguh yang ia titipkan,
yang pada siapapun, tak akan kau temukan.
seluruh hati, serta harga diri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..