Surat untuk Mama

Untuk dia si Malaikat tanpa sayap..
Untuk dia si Penghapus luka..
Untuk dia si Penawar resah..

Mama..
Kukirimikan berbait-bait doa ke singgasana langit ketujuh. sekhusyu-khusyunya, seikhlas-ikhlasnya, agar kiranya makbul dan terus terjaga tiap nafasmu dalam pelihara ilham-Nya.


Mama..
Sebelum kau melanjutkan membaca tulisan yang tidak-seberapa-ini, ijinkan aku-anakmu memohon maaf.
maaf, karena tak bisa melisankan secara langsung dihadapanmu.
maaf, karena tak bisa berada di dekatmu, untuk memelukmu erat-erat sesambil menyuapimu sepotong kue.
maaf, karena tak bisa seperti anak-anak lain yang penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak disangka.
aku adalah aku.
hanya bisa menghadiahkanmu tulisan yang coba ku rangkai mati-matian setidaknya dapat menyentuh sanubari jiwamu.
walau ku tahu, kata-kata manapun tak kan pernah bisa mendefinisikan sosokmu. sungguh!
seperti inilah ia, anakmu.
tapi ijinkan suratku menyelimuti kosongnya hatimu saat ini.
semoga surat ini dapat membuat lekungan diujung bibirmu.


Selamat Ulang Tahun Ma..
Kusampaikan pada Ia-Sang-Maha-Mendengar, agar kau selalu dipeluk-Nya dalam kasih dan rahmat.
Kusampaikan pada Ia-Sang-Maha-Mengabulkan, kiranya kau dapat sehat lahir maupun batin agar kita bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama. insya Allah.
Kusampaikan pada Ia-Sang-Maha-Merasakan, bahwa kau harus Bahagia dunia pula akhirah mu sebab, sungguhlah darai kasih hati nan tulus, bahwa kau adalah sosok yang layak dan sangat layak untuk di-AGUNG-kan di muka bumi ini.

Mama..


Selamat Ulang Tahun Ma..
Terimakasih mama, duka kau redam, suka pun kau pendam.
Kau ada bersamaku dalam keadaan apapun. tak perduli, kau sakit ataupun sehat.
Kau terima lebihku, kau sempurnakan kurangku.
Kau beri ketika ku meminta.
Kau hapus air mataku, saat ku jatuh.
Kau rela berlelah-lelah bekerja demi anakmu. yang terkadang, bersikap durhaka ini.


Selamat Ulang Tahun Ma..
Biarkan aku menanyakan suatu hal padamu.
Bagaimana bisa ma?
Kau ganti tangis perih jerit hatimu, dengan senyuman itu?
Senyuman yang paling indah yang pernah kupandang?
ikhlas, tulus, ridhaa, dan sungguh menyejukkan hati bagi anak-anakmu.
Adakah yang dapat menyamai semua itu, selain Tuhan?


Selamat Ulang Tahun Ma..
Mama?
Mengapa sekarang matamu meneteskan air mata?
Apakah kau menangis?
Tangisan apa itu ma?
Ku mohon hentikan air matamu mama..
jika kuhanya bisa membuatmu menangis karena ku buat kau terluka, itu artinya aku belum berhasil jadi anak yang dapat membuatmu bangga.
Tersenyumlah ma..
Jangan menangis begitu, saat ini hanya tulisanku yang dapat jadi sapu tanganmu tuk hapus air matamu itu..


Selamat Ulang Tahun Ma..
Terbukti dengan dengan doa, asi, ikhlas dan senyuman yang diuntai dan kau berikan. Sungguh posisimu kelak akan begitu mulia di Jannah-Nya.
Tuhan memanjangkan waktumu untuk berada di dunia, membagi kasih bersama anak-anakmu. Semoga.
Terimakasih sekali lagi ma..


Selamat Ulang Tahun Ma..
Saat ini, jari-jari yang menuliskan rindu dalam surat singkat ini mengharapkan aamiin dari ratusan Malaikat di Langit. Kerinduan hanya dapat ditorehkan lewat tulisan ini. Maka itu, kerinduan anakmu di surat ini akan berganti menjadi sebuah peluk tak ada akhir. Doa ku akan terus kumunajatkan hingga sampai ke langit tujuh.

Selamat Ulang Tahun Ma..
teringat kata-kata saudariku, SAS.
"Semoga rindu redam hilang oleh lantunan doamu selepas kau menerima surat ini."



Salam Rindu,

Mayang
Anak kesayangan mama
(tuesday, 2nd of march '16)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULANG

Sebuah Imagi

dear no one..