NELANGSA
Sepertinya sudah lama aku tak menyastrakanmu (lagi)
apa kabarnya engkau? hampir mati aku gegara berusaha mencoba mengingat kapan
terakhir kali kita bersahutan mulut. hampir mati aku gegara ditampar rindu
terlarang ditiap malamku yang dingin.aku adalah nelangsa..
sungguh, aku nelangsa. sudah tidak ada kah 'kamu dan aku' yang dulu? Yang tidak diberi kesempatan oleh waktu menjadi 'kita'. aku minta jangan biarkan aku terus menjadi 'nelangsa'. Jangan buat aku seperti sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidupku, menyia-nyiakan sebuah perasaan dari anak manusia yang jatuh mencinta akan seorang gadis lugu yang tak-tahu-menahu-akan-siapa-yang-pantas-untuk-hatinya.
Aku adalah nelangsa..
Tak pernah aku mengharapkan akan keadaan seperti ini untuk kau lalui. Tidak. aku tidak pernah memilih itu. Tetapi, sungguh aku adalah manusia munafik. Hatiku yang munafik. Hatiku yang membuatmu mengambil keputusan untuk menjadikanku nelangsa seperti ini. Bahkan sebait kata ‘maaf’ pun tak cukup pantas engkau terima dariku. Sungguh kejam hati ini, yang telah memerintahmu tanpa lisan yang pasti untuk pergi. Tanpa ada kata kutinggal kau di persimpangan jalan itu, adakah kata yang dapat aku ucap agar kamu mengampuniku? Sungguh kejam hati ini, yang menerlantarkan perasaan seorang pemuda bermata sendu. Hukumlah perempuan ini, dia rela menerima kepahitan karma yang siap membunuhnya. Hukumlah perempuan ini, karena sesungguhnya engkaulah yang sanggup membuatnya merana direnggut rindu. Hukumlah.. jika engkau tega. Hukumlah perempuan ini jika engkau tega melihatnya dicabik oleh kesakitan sebuah hati seorang pemuda yang membuat perasaannya menyimpan dendam.
Aku sadar, telah menyakiti hatimu. Aku sadar akan kemarahanmu, aku sadar akan engkau yang berusaha membuatku sadar akan keperihan yang engkau rasa. Aku sadar, aku merasakan. Tidak. Engkau tidak sendiri merasakannya. Akupun. Aku mengetahuinya meski engkau bersikap dingin, diam, hening, dan tak acuh.
Kau pernah tak henti-hentinya memandangiku. Kau pernah melihatku seakan aku adalah sekumpulan rasi bintang yang membentuk seperti sebuah harpa yang indah dengan alunan melodi yang ada di langit malam. Kau pernah, sekali, menggenggam tanganku ketika kau ingin membantuku berdiri. Kau pernah memanggil namaku dengan suara beratmu.
Berdosakah aku merindukanmu? Berdosakah aku masih memikirkanmu? Berdosakah?
Sudah tak kau cinta kah gadis yang pernah membahas benda langit bersamamu? Sudah hilangkah aku?
Sudah hilangkah tentang gadis yang pernah membuatmu tersipu malu, gugup berbicara, dan membuat jantungmu berdetak tidak normal? sudah kau lupakankah seorang gadis yang pernah membahasakanmu di dalam khayalnya? Semudah dan Secepat itu kah? jika adanya seperti itu, kini gadis yang kau kagumi 'dahulu' merindumu. Sungguh habis ia digerogoti rindu, percayalah bahwa rasinya masih milikmu.
Lyra akan selalu jadi kepunyaan sang Sagitarius, dia sempat buta akan membaca rasi, sebab terlalu lama kau pergi. dan tak ada sama sekali niat untuk kembali? hampir dia buta, dan kehilangan Lyra miliknya sendiri!
namun, beberapa hari terakhir, entah hanya perasaan gadis itu sajakah? gadis itu merasakan ada yang lain pada langit malam dan bintang-bintang yang berpijar di langit biru navy..
kembalinya Lyra dan sang Sagitarius merangkai bentuk sebuah harpa dan panah dengan realisasi yang ajaib.
terlihat begitu nyata, mereka pada langit malam. indah sekali, berandai seandainya dapat kembali 'kita' habiskan waktu untuk membahas mereka-mereka yang ada pada langit malam, seakan hanya kita berdua yang dapat merasakan keajaibannya. yang berhasil membuat kita jatuh mencinta akan bintang, bulan, langit malam, dan juga rasi. seakan kita menemukan diri kita berdua pada cahaya di kegelapan malam. sayang, sungguh sayang kini.. semua itu hanya tinggal sebuah hal yang bisa dikenang saja, sebab semuanya berubah.. kini semuanya menjadi Nelangsa.
Sungguh aku, aku ‘Nelangsa’ dibuatmu.
-M, yang sedang merindu.
-M, yang sedang merindu.

Janganlah engkau menjadi Nelangsa... Dirimu adalah dirimu, Mayang. Engkau adalah perempuan yang tegar, bagaikan karang yang teguh melawan ombak. Saya yakin dia (yang engkau rindukan), juga sedang merindukanmu. Tidakkah kamu pikir, orang yang mencintaimu pasti selalu mendo'akanmu.. dia masih setia, tapi, harap jangan khianati dia, dan harapannya..
BalasHapusQomariyah..
Ya Allah ku mohon persatukanlah kedua sahabat ku ini. Amin....
BalasHapusYa Allah ku mohon persatukanlah kedua sahabat ku ini. Amin....
BalasHapus